Sunday, April 16, 2017

BUKAN KARENA HEBAT


Mendadak kepikiran ini.
Jenis pikiran yang langsung mukul di hati pada saat yang tepat sampai bikin saya langsung melek dan fokus dari mikirin hal-hal yang lain.

Kita sering sekali tahu seminar-seminar yang membahas mengenai kesuksesan, baik investasi, bisnis maupun sukses di bidang pekerjaan. Ya memang benar dan applicable, benar secara teori dan praktek. Tapi seringnya dalam topik seperti itu jarang sekali dibahas mengenai faktor X.

Faktor X yang sebenarnya justru adalah penentu semuanya, yang maha menguasai.

Oke memang tergantung narasumber dan audience ya...

But what I'm trying to say is....

Sometimes we're trying too hard to catch our dream, sibuk membuat kata sukses ada di genggaman tangan kita tapi kita sering mengesampingkan Allah dan menunda apa yang menjadi kewajiban atau keharusan didahulukan untuk mendapatkan cinta Allah.

Jujur sih, saya juga sering gitu. Menunda waktu sholat contoh paling kecilnya dan mementingkan yang penting satu hari minimal baca Qur'an sekali lah, terserah berapa ayat sesempatnya.

Padahal apa jadinya kalau rezeki saya ditunda sampai ke tangan oleh Allah, apa jadinya kalau rezeki saya oleh Allah diberikan 'sesempatnya'?

Padahal nggak terhitung kemudahan-kemudahan yang sudah Dia berikan kepada saya, kemudahan waktu terutama untuk keluarga. Berapa orang sih yang bisa kerja sambil tetap bisa punya waktu banyak buat keluarga? Berapa orang yang yang kapanpun capek kerja atau ngerasa nggak enak badan bisa langsung istirahat tanpa perlu izin ke atasan dan tanpa perlu nggak enak ke bawahan atau kolega karena kudu ngerjain kerjaan yang kita tinggalin? Dan berapa orang yang nggak kelihatan berangkat kerja pagi-pagi tapi tetap bisa punya penghasilan dari kerja keras sendiri?

Memang sih parameter kesuksesan bagi tiap orang berbeda-beda, kalau buat saya sebagai ibu rumah tangga... punya waktu yang cukup untuk keluarga tanpa kehilangan kesibukan mencari rezeki adalah pencapaian yang sangat saya syukuri.

Saya pernah menghadiri kajian rutin di kantor saya dulu, ada bahasan mengenai kesuksesan dan rezeki juga. Yang paling saya ingat dalam kajian hari itu adalah bahwa kita ummat muslim rezeki kita ditentukan oleh dua hal kerja keras kita dan keridhaan Allah. Selama seseorang masih muslim maka akan sulit bagi dia mencari rezeki dan kesuksesan di tempat-tempat yang Allah tidak suka, misalnya sukses menjadi pencuri, sukses menjadi copet dan seterusnya.

Kesuksesan apapun yang kita miliki dan rezeki kita adalah milik Allah, bukan milik kita. Jadi bukan karena kita hebat, bukan karena kita yang benar-benar cerdas dalam management bisnis yang kita miliki dan mengatur arus pengeluaran pemasukan keuangan, bukan karena kita yang high talented makanya penghasilan kita dari sisi materi cukup lumayan. Kita, termasuk saya juga pastinya - sering sekali lupa bahwa kerja keras kita akan jadi sia-sia belaka, cuma keluar keringat dan bisa stress sendiri kalau Allah nggak berkenan untuk membuahkan hasil dari usaha yang kita keluarkan.

Karena itu penting sekali untuk menjaga hubungan dengan Allah dan berusaha mendahulukan 'hak-hak' Allah diatas usaha apapun yang sedang kita kerjakan. Selain beribadah tentu juga memperhatikan proses dari usaha kita, apa sudah sesuai dengan yang disukai Allah atau malah seharusnya tidak kita dekati. Karena Dia jugalah faktor penentu diatas apapun usaha kita selain tentu saja penentu kehidupan kita setelah pergi dari dunia.

#mondayselfnote

14 comments:

  1. Kesuksesan yang kita raih tentu melewati proses panjang ya mbak Ninda. Apapun hasilnya, yang penting kita sudah berusaha dan tetap berpikir positif pada Sang Maha Penentu ^^

    Terimakasih atas postingan remindernya.

    ReplyDelete
  2. Abis baca ini aku jadi sadar kalau beberapa waktu beakangan ini aku jadi agak mulai kendor juga semangat untuk menjaga hubungan dengan Allah... Jadi lumayan sering nunda shalat... semoga nanti bisa memperbaiki hal yang satu ini.. :)

    ReplyDelete
  3. Kok tiba-tiba saya jadi ingat tetangga yang suka ketiduran pagi-pagi sampai siang, alasannya semalam sebelumnya dia sholat tahajud sampai belasan rokaat..

    ReplyDelete
  4. Setuju, kita kurang bersyukur, suka minta macam2 tapi ibadah pun seadanya huhu

    ReplyDelete
  5. Baca ini aku jadi malu sendiri ._.
    Aku baru mulai sering ibadah akhir-akhir ini...itupun karena aku ada masalah. Aku juga sering nunda2 sholat.. ntar-ntaran, eh akhirnya keburu adzan... huhuhu..

    ReplyDelete
  6. Terima kasih kak nin, postingan mu bikin masukan buat lebih semangat lagi buat perbaikan diri pada Allah. :)
    Iman memang naik turun, apalagi ditengah kesibukan dunia ini terutama sebagai perkerja. Tapi dengan adanya teman yang mengingatkan diri, jadi terus terpicu dan sadar bahwa diri ini sering lalai..
    Semoga sukses ya ka Nin, bisa jadi istri sholehah untuk suami dan anak kelak.
    Mohon doanya untuk kelancaran menyusul :)

    ReplyDelete
  7. Kalau sukses dilihat dari kacamata dunia,, mungkin contohnya bisa kebeli pajero, apartement, permuahan dll. Sukses selalu identik dengan bekerja keras, tapi kalau muslim kerja keras juga dibarengi dengan berdoa,, biar kagak sombonglah... heheh :D

    ReplyDelete
  8. iya aku jg kadang suka menunda sholat klo lg sibuk ngerjain sesuatu :(

    ReplyDelete
  9. Hidup seharusnya seimbang, habluminallah dan habluminnanas, menjaga hubungan dg Allah dan tetap menjaga baik hubungan sesama manusi
    kadang banyak alasan sbg upaya pembenaran secara pribadi hehe

    ReplyDelete
  10. Kaya agensi yg itu ya. Tapi penundaan2 semacam itu kaya teguran ya. Mungkin kita keseringan tar sok tar sok, eh rejekinya tarsoktarsok deh. :(

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home