Monday, February 28, 2011

BERHENTI MENANGISI


image taken from file seorang teman

Akhir-akhir ini semakin bertambah panjang saja daftar orang-orang yang kehilangan, padahal belum lagi sebulah saya berbicara pada jendela tentang kisah adiknya teman saya. Belum lama ini, satu orang yang saya kenal lagi.. ayahnya meninggal karena sebelumnya sakit yang tidak disebutkan si teman. 

Sementara itu ditahun-tahun belakangan ini saya selalu speachless ketika berhadapan dengan orang-orang yang sedang kehilangan itu. Lagi-lagi saya yakin bahwa apapun yang saya ucapkan yang berhubungan dengan kalimat-kalimat klise itu malahan tidak akan mempan.Saya jadi tidak pernah lagi menepuk bahu seseorang dan mengatakan kata-kata penghiburan dan agar dia bersabar. Saya jadi lebih banyak diam jika berhadapan dengan seseorang seperti itu. Mereka sudah cukup sedih kok, dan kita tidak perlu berkata sabar ya kuat ya untuk mengingatkan dia bahwa dia sedang menghadapi musibah.

Aku tahu kok apa yang kamu rasakan...
Berucap begitu saja saya juga tidak, mungkin saya pernah mengalami kehilangan tetapi kehilangan setiap orang berbeda kadarnya. Kita akan lebih siap dengan kehilangan seseorang yang sudah lama sakit parah, jiwa kita akan mempersiapkan dengan sendirinya agar kehilangan di masa yang akan datang tidak terlalu traumatis bagi kita.

Sebagaimana yang diyakini seorang muslim bahwa salah satu jenis amal yang tidak akan terputus ketika seseorang meninggal adalah anak yang sholeh/sholehah. Saya tahu si teman ini ibadahnya berantakan, bahkan selama saya mengenalnya saya tidak pernah melihatnya menunaikan ibadah sholat, mukena di dalam kamar kosnya juga tidak ada.. berkali-kali juga orang-orang yang dekat dengannya mengingatkan, tapi tanggapannya selalu sama : iya, iya sambil tertawa... entah merasuk atau tidak. Ketika salah satu orang tuanya meninggal saya hanya berharap dia dapat memahami posisinya, bahwa ayahnya sangat memerlukan do'a-do'a mohon ampun kepada Allah yang dia kirim. Saya berharap dia akan menyadari itu ketimbang menghabiskan waktu dengan tangis dan kerapuhan yang itu-itu saja. Sang ayah dengan sumbangsih tangisnya di alam yang berbeda tidak akan merasakan manfaat apa-apa dengan sekadar tangis.

Sikapi kehilangan dengan do'a dan do'a dan do'a kepada pemberi jiwa kita, permohonan ampun kepadaNya untuk orang-orang yang kita sayangi yang tidak lagi fana, orang-orang yang tentunya pernah berbuat dosa diatas pijakan bumiNya. Menangislah sekadarnya saja. Cry less Pray more.


29 comments:

Irma Senja said...

menangislah sekedarnya saja seperti tertawalah sekedarnya saja...musim akan berganti bukan :)

suka sekali membacanya ninda,betapa kehilangan telah membuat ninda menyikapi makna kehilangan dgn bgt bijak....^^

selamat pagi......

Unknown said...

Airmata hanya membuat perjalanan almarhum menjadi berat. Hanya dengan melalui doa anak yang sholeh saja yang dapat menembus arsy-Nya untuk membantu almarhum di alam sana.

Salam

"Ejawantah's Blog"

Hennyyarica said...

just give a shoulder to cry on. aku lebih suka begitu daripada bilang "yang tabah ya.."

nin..aku suka banget dengan template yang ini. this is the real you!!!! sepertinya nggak perlu lagi nambahin kolom "about me" disini buat nampilin foto kamu :)

TM Hendry said...

Ad yg mengatakan, kekuatan do'a yg tulus kepada sang Khaliq, efeknya melebihi dasyatnya ledakan bom atom, dan saya setuju itu, aer mata tdk akan membuatnya tenang, kecuali do'a dr kita yg d tinggalkan...

Meshaditya Wannabee said...

that's rite..
namun jika tangis adalah cara terbaik mengurangi seditik kesedihan maka it's worthed..semua orang pernah kehilangan dan tak semua orang menerimanya tanpa cucuran airmata
regards,
wannabeesanctum

Rawins said...

menangis kadang perlu juga kok. asalkan itu merupakan sebuah penyelesaian...

andri K wahab said...

menangislah sekedarnya...kata2 yg membuat saya merenung...^_^

nice posting nin...^_^

Deny Setiawan said...

Selain do'a yg dikirim untuk sang ayah, hidup kita juga harus terus berjalan. Jangan terus berlarut-larut dalam kesedihan :)
Mungkin itu juga yang ingin dilihat beliau dari atas sana.

kamal said...

cry less pray more" gw suka banget tuch bahasanya... menyentuh.. dan inspiratif " semangatttttttt"

Shudai Ajlani said...

mampir lagi sob setelah menghilang selama 2 minggu hehe, sob saya undang buat ikutan memeriahkan ultah blog saya. Ditunggu ikut sertanya :)

Shudai Ajlani said...

mampir lagi sob setelah menghilang selama 2 minggu hehe, sob saya undang buat ikutan memeriahkan ultah blog saya. Ditunggu ikut sertanya :)

Clara Canceriana said...

kehilangan memang manyakitkan

Admin F.G said...

yach mesti menangis ..tak baik menangis terus salam mapir yach

inuel said...

aku sedang kehilangan sekarang, sakit.. tapi akan berlalu :), cry less Pray more.. semoga bisa menyikapi dengan baik, ini hanya sementara :P

Unknown said...

pasti tidak akan bisa merasakan apa yg dirasakan oleh orang yg kehilangan tersebut, munkin cara ninda yg paling bisa dipahami, yaitu dengan mendoakan mereka yang terbaik..., ;D

ucio said...

very inspirational.. great..

Yanuar Catur said...

kalau kita bertemu,sudah pasti kita yo kudu siap kehilangan.
*walah, ngomong opo aku iki**

attayaya_bertuah said...

aku mengangis sambil ceklak ceklik
ihik ihik

Anonymous said...

yup..hanya dengan doa dan permohonan kepadaNya..

Lily Simangunsong said...

apapun ceritanya kehilangan itu tetap sangat menyakitkan, tapi kita gak boleh berlarut2 dalam kesedihan, hidup harus tetap dilanjutkan dengan penuh semangat. :D

Afrilita Pandan Dici said...

saya juga sering seperti itu,,kemarin saya baru tau kalo ibu dari seorang yang saya sayangi meninggal walaupun kejadiannya sudah terjadi bbrapa saat lalu sebelum saya bertemu dia,,saya tidak bisa berkata2 apa2 saat mengetahuinya..sempat terdiam sejenak,,tapi saya pikir daripada sekedar memberi ucapan kepadanya lebih baik saya melakukan dengan tindakan yang lebih bisa membuatnya tegar..dan ternyata cara itu lebih mempan dari sekedar ucapan saja..

Unknown said...

saya juga bingung kalo menghadapi orang2 yg kehilangan. takut salah ngomong

Mood said...

Betapa kehilangan itu adalah peringatan buat kita dan doa doa adalah penguat jiwa juga menghantar angin sejuk buat mereka yang 'disana'
Thank;s sudah mengingatkan buat berdoa.
Semoga kita bisa menyikapi setiap kehilangan dengan baik.


Salam.. .

Miss Nana said...

The article you wrote is very interesting, I love it. I always pray for success, do not forget to visit my blog, give criticism, comments or suggestions for improvement blog. Thank you

Gaphe said...

semoga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan yah..

Dhymalk dhykTa said...

setiap ada pertemuan di dunia yg fana ini pasti akan ada perpisahannya...

sedih memang tp smua akan berlalu...

termasuk jiwa ini...

pasti akan meninggalkan kesedihan bagi org yg merasa kehilangan dengan jiwa ini...

Aul Howler's Blog said...

http://aul-home.blogspot.com/2011/02/auls-open-home.html

Award nih kak ninda :)

Dadan said...

Saya sangat takut kehilangan yang satu itu, karna yang saya punya cuma itu.
Memang cuma do'a dan rasa tawakkal saja yang menguatkan.

Main Kata said...

::: seringkali, aku butuhkan menangis...

::: karena dengannya aku akan merasa lega...

::: aku butuhkan kejernihan otakku lagi...

::: berharap fikiranku lebih terbuka untuk hal lebih baik ^_^

::: Ninda,,, aku ada posting baru lho ^^, mampir yah

::: salam sore

Previous Page Next Page Home