Monday, July 16, 2012

Lullaby

"... Lelaki itu kemudian mulai melukis, sampai lewat tengah malam, hingga tertidur lelah di lantai studio. Namun ada kelegaan luar biasa yang takkan bisa dikatakannya, melampaui kemampuan rangkum nada atau kata, surat cinta, bahkan rencana sehidup semati. Dalam studio itu, akhirnya ia mengetahui apa yang ia inginkan. Bahagia dengan satu kejujuran. Kemudian berserah dalam ketakberdayaan. Ia bahkan tidur sambil tersenyum."


Nada dan puisi datang dan pergi menghampirimu
Tiada yang mampu merengkuh arti dan isi hati

Kadang benda mati yang memenangkan
Tempat di sisimu
Atau hewan kecil yang luput dari pandanganmu

Ku berserah dalam ketakberdayaan
Berbahagia dengan satu impian
Dan satu kejujuranku

Ku ingin jadi cicak di dindingmu
Cicak di dindingmu
Hanya suara dan tatapku menemanimu

Dan ku menyadari tanganku
Tak kan mampu meraihmu
Walau cinta katanya takkan lelah memberi

Kulepas engkau, ombak hatiku
Percikmu abadi menyegarkanku
Namun biarlah kini...
Kuingin jadi cicak

Seperti cicak di dindingmu
Cicak di dindingmu
Melekat, menemani, membelai dinding jiwamu...
from: Dee, Rectoverso

8 comments:

Annesya said...

Dee Lestari-Rectoverso :3 <3

Annesya said...

eh ini ini http://whentheheartchimes.blogspot.com/2012/07/giveaway-listeninda-end.html

Ririe Khayan said...

Bahgia dalam satu kejujuran dan menyerah daberserha pada ketakberdayaan...

#mencoba-coba menafsirkan, apa yaa...

Arif Chasan said...

jangan jadi cicak dong mbak...
kenapa nggak jadi "seseorang" yg bisa menggenggam tangannya saja?

-Gek- said...

HUbungan cicak sama laki-laki apa donk Ninnn...? *binunnnnn*

Aulawi Ahmad said...

membelai dinding jiwanya...
hmmm suka kata2 ini :)

TS Frima said...

ini lirik lagu ya nin? polanya itu seperti lirik lagu :D
eh, maaf lahir batin dulu ya, kan mau puasa :)

Irma Senja said...

suka komentnya arif,... jgn jadi cicak ahh :D

Previous Page Next Page Home