Sunday, September 22, 2019

MENYADUR ISI BLOG TANPA IZIN, BOLEH KOK ASAL....

Jarang-jarang nengokin media sosial, saya kaget ketika buka filter message di salah satu akun saya yang menyaring pesan dari orang di luar lingkar pertemanan media sosial.
Seperti akun anonim yang tanpa foto dan identitas yang tidak jelas yang mengirimkan pesan itu. Saya buka dan takjub dengan isinya.

Pengirimnya meminta maaf pada saya karena beberapa kali copy-paste isi blog ini untuk status media sosial dia.

Saya takjub karena selama perjalanan masa blogging saya yang nggak sebentar, ada banyak orang yang sudah copy paste tulisan saya, hampir semuanya tanpa izin dan tidak menghubungi saya atau melampirkan komentar pemberitahuan di posting terkait.

Saya menyadari bahwa netizen tidak selalu akrab dan menghargai buah pikiran orang lain di dunia maya, baik tulisan, foto dan lain sebagainya. Merasa bahwa suatu hal yang wajar untuk mengakui sebuah karya adalah hak miliknya yang bebas untuk disebarkan, digandakan bahkan diuangkan. Dari yang niatnya semata membangun image diri sesuai yang dimau, atau untuk menambah penghasilan. Seolah-olah apa yang sudah dibagikan di internet adalah hak milik bersama, padahal kan tidak begitu.

Dulu, saya selalu marah dengan orang-orang yang seperti ini, terutama jika objeknya adalah blog-blog saya. Mungkin selintas hanya tulisan, tapi tulisan itu tidak dihasilkan dengan mudah. Saya butuh waktu untuk memikirkan tiap kalimatnya, saya butuh menekan perasaan dan emosi yang kadang merambat hingga ujung jari-jari saya, saya butuh kuota internet, tempat yang nyaman dan butuh pasokan makanan yang cukup selama proses menghasilkan tulisan. Semua itu ada harganya. Karena itu, begitu dicuri dan copas tanpa izin, saya emosi banget.

Perlahan bersama dengan bertambahnya umur dan pengalaman, saya nyadar bahwa saya nggak bisa merubah orang lain untuk menjadi seperti apa yang saya mau. Saya nggak bisa mengontrol orang lain dan mencegah mereka untuk copas tanpa izin, meskipun sudah memberlakukan coding tertentu untuk menghindari duplikasi tulisan.

Tapi saya bisa merubah diri sendiri, bisa mengontrol mindset saya sendiri.

Maka saya ganti niat saya dalam menulis di blog.
Saya ganti dengan sharing yang informatif dan banyak posting yang niatnya memang saya dedikasikan untuk social awareness atau religious awareness. Saya menulis justru untuk dibagikan. Diduplikasi, diperbanyak dan diedarkan untuk banyak orang. Semakin disebarkan, nilai tulisan itu akan semakin tinggi. Karena tujuannya memang untuk itu, bukan diukur dari sisi material, tapi memperluas penyebaran tulisan yang menurut saya baik untuk dibagikan dan menjadi konsumsi publik. Meskipun bagi banyak orang hanya tulisan sepele. Tapi adalah tulisan yang bernilai tinggi dan sarat dengan bagian dari diri saya.

Saya membalas pesan itu bahwa saya tidak keberatan tulisan saya di copy paste meskipun tanpa izin dan tanpa mencantumkan saya sebagai sumber karena selama beberapa tahun terakhir, saya mendedikasikan tulisan saya untuk tujuan sosial.
Selama menghargai saya sebagai penulis asli yang membagikan tulisannya di blog dan membantu agar blog ini tetap kuat di mata Google sebagai porosnya.

Maksudnya bagaimana?

Google cukup ketat dengan sistem copy-paste-nya, sistem Google seringkali tanpa ampun menyangkut masalah hak cipta, saya tidak ingin blog ini dinilai sebagai blog copy-paste karena banyak yang copy paste tulisan disini untuk konten di media sosial atau blog lain. Karena bentuknya mesin, kadang copy-paste detector tidak peduli siapa yang duluan menghasilkan tulisan itu, dan tetap saja akan sangat berpengaruh di search engine. Sekeren-kerennya mesin, blog yang tidak salah apa-apa ini juga dulunya pernah masuk ke Google sandbox dan adsense-nya kena banned beberapa kali hingga akhirnya saya nyerah sama adsense.

Jadi jika ingin terus melihat, membaca bahkan menyadur blog ini, tolong bantu saya untuk mempertahankan nilai blog dimata Google. Dengan cara copy paste yang bersahabat:

#1 Copy paste tidak full satu posting, untuk bagian tertentu saja yang di-quote

#2 Jika memang ingin copy paste full satu posting, tolong agar tidak berbentuk tulisan jika ingin di share ke internet. Bisa dengan merubah format sharing menjadi gambar (jpeg,png atau apa saja) agar search engine tidak menyadarinya sebagai tindakan copy-paste

Syarat yang cukup mudah, bukan?
Semoga dengan posting ini, dapat menjawab pertanyaan pembaca blog yang penasaran boleh nggak share postingan saya tanpa izin?

Kalau mau izin pun silakan, akan lebih saya hargai lagi karena mendahulukan adab dalam hal ini berarti sangat menghargai saya sebagai penulis asli :)

2 comments:

  1. Kalau saya screenshoot, bolehkah? Jujur, saya juga sering copy laste isi LISTENINDA. Saya mohon maaf yah, Nin. Apalagi itu jaman-jaman masih kuliah dulu. Sekali lagi mohon maaf.

    ReplyDelete
    Replies
    1. screenshoot boleh kok :)
      it's okay, Nuel... terima kasih sudah cerita

      Delete

Previous Page Next Page Home