Wednesday, October 23, 2019

REVIEW DIET-DIET HITS KEKINIAN: DIET MAYO, DIET KENYANG ETC

Sesuai apa yang saya sampaikan di posting saya soal diet sebelumnya, saya pengin review diet-diet yang saya jalani selama ini apa aja. Ya ini dia:

Diet Mayo
Diet mayo pernah saya jalani dan ada diary-nya mulai hari pertama sampai hari terakhir. Tentang apa saja menu yang saya makan, catering diet yang saya ikuti dan lain-lain yang bisa teman-teman baca di posting-posting awal label 'diet journey'.

Sebenarnya diet ini dikabarkan merupakan diet yang digagas oleh Mayo Clinic. Namun dari seorang teman yang memang kuliah gizi, menyatakan bahwa sebenarnya yang Mayo sampaikan adalah menghimbau untuk mengkonsumsi makanan yang real food dan tidak banyak diproses serta sehat seperti aneka buah dan sayur agar lebih sehat.  Namun entah bagaimana di Indonesia jadinya malah diet tanpa garam. Memasak tanpa menggunakan garam sebenarnya tricky lho, apalagi untuk lauk.

Dan catering diet mayo biasanya makanannya tetap enak meskipun tidak menggunakan garam. Karena dulu saya masih 0 pengetahuan soal diet dan benar-benar awam jadi cuma ngikutin trend aja saya pikir mayo adalah diet terbaik karena bisa menurunkan berat badan dengan cukup cepat selama 2 minggu saja. Sampai mau perpanjang cateringnya padahal diet ini tidak boleh dijalankan lebih dari 2 minggu karena hasilnya nggak akan maksimal.

Kesimpulan saya setelah nggak buta-buta banget soal perdietan dan flashback ke masa lalu ketika catering diet mayo adalah:
  • Diet mayo ini nggak bisa dibilang diet yang nyaman karena porsinya kecil. Porsi berat badan berapapun disamain semua. Jadi kalau kamu overweight atau obesitas mungkin akan tersiksa dengan porsi makannya. Bentar makan, setelah itu paling udah lapar lagi. Besar kemungkinan kamu akan tidur dalam kondisi kelaparan, percaya deh itu nggak nyaman. Secara makronutrisi dan kecukupan kalori dalam sehari, kamu bisa turun berat badan meskipun makanannya pakai garam, karena porsinya aja ya udah kecil.
  • Pemesan tidak tahu hitungan kalori makanannya dan tidak diinformasikan, serta tidak diedukasi terkait kalori oleh penyelenggara catering-catering diet mayo kebanyakan. Jadi selain lemas karena masakannya nggak pakai garam, pelaku diet juga sangat mungkin lemas karena kurangnya kalori yang masuk. Kurangnya kalori ini bisa mengakibatkan kita malas beraktivitas seharian karena kurangnya energi. Mager-mager gitu deh. Padahal bahkan meskipun kita sedang koma, tubuh tetap punya kebutuhan makanan harian yang harus dipenuhi agar berfungsi secara baik. Jika lapar, kita dianjurkan makan buah. Padahal konsumsi buah yang terlalu besar juga akibatnya nggak baik dan bisa jadi malah makin gemuk setelah periode diet mayo.
  • Makanan catering diet mayo enak-enak banget, makin mahal harganya makin beragam dan enak rasa makanannya. Selain menggunakan rempah-rempah sehingga rasa makanan tetap enak meskipun dimasak tanpa garam, biasanya juga menggunakan olive oil dan unsalted butter yang belum tahu takarannya seberapa. Olive oil termasuk lemak sehat, namun butter setahu saya termasuk lemak jenuh. Saya yakin catering biasanya ada ahli nutrisi yang mendampingi, namun kebutuhan makrogizi per orang dapat berbeda-beda jadi akan lebih baik kalau customer juga diedukasi terkait makanannya.
  • Makan makanan tanpa garam memang akan menurunkan berat badan kita dengan relatif cepat karena tidak ada garam yang mengikat air dan lemak dalam tubuh. Biasanya yang turun dalam periode diet ini adalah berat air. Setelah diet selesai dan kita kembali mengkonsumsi garam, kemungkinan kita akan balik lagi ke berat badan sebelumnya dalam jangka waktu yang singkat. Bisa sih nggak balik lagi, kalau kita masih meneruskan dietnya dengan tidak mengkonsumsi garam. Namun ini tergantung kesanggupan masing-masing sih. Kalau saya pribadi nggak sanggup sama rasanya, mungkin orang lain nggak masalah terkait rasa tapi untuk menyiapkannya jelas memakan waktu lebih lama juga.
Diet Kenyang
Diet ini dicetuskan oleh Dewi Hughes, bahkan diet ini juga ada bukunya. Buku Diet Kenyang yang merupakan cerita perjalanan Dewi Hughes dalam menerapkan dietnya beserta bonus resep dan satu buku lain yang khusus membahas resep-resep diet ini.

Diet ini masuk akal dan sehat. Real food atau makanan yang bukan merupakan makanan olahan atau makanan turunan memang makanan yang lebih sehat untuk tubuh dan kalorinya pun juga rendah. Contohnya saja makan daging sapi dan ayam akan lebih baik daripada makan hasil olahannya seperti misalnya sosis yang sudah dicampur dengan tepung, pengawet dan bahan-bahan tambahan lantas dimasukkan ke dalam plastik dalam kondisi panas. Mengkonsumsi real food akan membuat kita mendapatkan nutrisi utuh dari makanan lebih baik daripada makanan olahan.

Aturan utama dalam diet ini adalah: makan hanya makanan asli yang belum diolah secara turunan dan kehilangan bentuk aslinya. Selain itu ada pantangan makan nasi, makan apapun yang digoreng deep fried, serta gula dan garam.

Diet ini untuk yang suka makan dan disampaikan bahwa kapanpun lapar bisa makan lagi sepuasnya dan sekenyangnya tanpa ada batasan. Ini juga motivasi saya untuk nyobain diet ini karena ya itu tadi diet yang menjanjikan kenyang menurut saya akan membuat prosesnya lebih tentram, jauh dari kelaparan dan yang jelas bisa berlangsung lebih lama ketimbang diet yang menyiksa.

Dalam resep-resepnya kebanyakan Tante Hughes mengolah sayur, buah dan lauk. Lauknya juga nggak banyak, kebanyakan sayur dan buah. Dari resep-resepnya sangat sedikit yang menyertakan karbohidrat kompleks dalam menu makanan. Saya nggak tahu apa beliau konsumsi sumber karbohidrat utama seperti jagung atau ubi. Seingat saya cuma satu aja resep yang pakai singkong. Oh ya dan kebanyakan juga olahannya minuman dan yang berbentuk liquid.

Mengapa bisa kurus dengan metode diet ini sebenarnya masuk akal kok. Seember sayuran kan kalorinya masih sangat rendah. Perut kita bisa jadi kenyang tapi kalori yang masuk nggak banyak. Demikian juga dengan lauk yang masih sesuai bentuk aslinya. Terus nggak pakai garam yang sifatnya mengikat air dan lemak ya makin cepat lah proses penurunan berat badannya.

Saya hanya betah menjalani diet ini kira-kira 1 bulan aja sih. Karena saya lumayan lelah masaknya dan setiap saat harus nyari cara gimana mengolah makanan agar rasanya nggak aneh dilidah dan bisa menikmati rasa aslinya. Kalau sayur dan buah sih nggak masalah, gimana kalau makan ayam atau ikan tapi rasanya masih rasa daging karena nggak pakai garam? Enek tentu saja. Biar dibumbuin kayak gimanapun masih susah ketelan. Waktu jadi habis banyak di dapur. Saya sering ngerasa kehabisan waktu melakukan banyak hal lain karena terlalu banyak waktu di dapur. Astaga apa kabar management waktu?

Pada bulan kedua saya masih jalanin dengan lebih longgar, ya pakai bumbu sih, pakai garam juga asal nggak berlebihan. Minyak buat tumis-tumis doang sih nggak apa-apa. Makannya pakai kentang atau jagung tapi cuma sedikit. Ya yang ini agak lebih tahan, sampai saya kemudian nyadar kalau saya sering banget diare karena pola makan ini. Mungkin karena proporsi sayur dan buah yang saya konsumsi terlalu banyak, karbo sedikit. Pokoknya habis makan selalu bolak-balik ke belakang. Berat saya juga rasanya nggak turun-turun, entah bagian mana yang salah. Mungkin karena badan stress atau konsumsi kalori yang banyak tanpa saya sadari melalui lauk.

Pola diet ini juga bikin cepet banget laper. Misal sekarang udah makan dan berasa kenyang, habis itu udah laper lagi pengin makan. Yah ini juga yang bikin waktu jadi lama banget di dapur. Kalau mau gampang kupas buah aja ya bisa tapi kendalanya ya gitu, bakalan sering ke toilet. Cerita soal diet ini banyak soalnya juga jenis diet yang cukup lama saya jalani sebelum beralih.
Diet rendah kalori
Atau kalori defisit. Diet ini menurut saya adalah jenis diet yang paling mudah dilakukan dan berpeluang untuk dijalani dalam jangka panjang karena tidak ada pantangan dalam diet yang satu ini. Jadi kita bisa makan apapun yang kita mau selama masa diet, tentu saja porsi dan takaran harus diperhatikan ya. Diet ini juga yang saya jalani dan berhasil menurunkan berat badan saya sebanyak 8 kg di dua bulan terakhir dan masih akan saya jalani nanti ketika saya pengin menurunkan berat badan lagi. Saat ini sedang istirahat dulu dari cutting calories diet biar nggak bosan.

Meskipun bisa makan apapun yang kita mau tanpa pantangan, tapi pemilihan menu harus kita atur secara cermat, karena kalau nggak direncanakan dengan baik, bahkan diet ini pun bisa bikin kelaparan. Tapi tenang ada kok triknya biar nggak ngerasa kelaparan dan dietnya nggak gagal. Nanti saya bahas di posting lain ya, tapi salah satu caranya dengan kombinasi bareng intermitten fasting.

Intermittent fasting
Intermittent fasting atau IF adalah puasa berjangka. Di Indonesia lebih terkenal dengan nama OCD karena secara aktif dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier dengan claim bahwa kita bisa makan enak selama diet dan makan apapun yang kita mau selama jendela makan. Penyuka makan yang cita-cita pengin langsing hampir selalu tertarik dengan pola diet ini.

Selain membantu menurunkan berat badan, IF juga diklaim dapat memperbaiki kinerja tubuh, hormon dan sebagainya. Cara melakukan diet puasa berjangka atau IF ini cukup mudah, pertama-tama kita harus atur dalam sehari mau puasa berapa jam dan mau makan berapa jam. Yang paling ringan dan banyak digunakan adalah pola 16:8 yang berarti 16 jam puasa dan 8 jam makan. Selama puasa kita tidak boleh makan dan minum apapun yang mengandung kalori diatas 0. Minum dan makan makanan dengan kalori 0 diperbolehkan misalnya minum air putih atau teh hijau tanpa gula.

IF juga metode yang sangat membantu untuk mengatasi keinginan ngemil-ngemil yang tidak terkendali dan mengontrol nafsu makan. Banyak pelaku IF yang mengaku tidak turun berat badannya, biasa ini terjadi ketika tidak melakukan kalori defisit, jadi meskipun IF tetap harus kalori defisit ya agar penurunan berat badannya berhasil.

Saya juga pakai metode ini, berawal dari testimonial teman akhirnya saya menemukan metode yang pas untuk mengendalikan nafsu makan dan keinginan ngemil saat diet. IF ini ngebantu saya banget untuk merasa kenyang dan mengurangi keinginan ngemil. Pada saat diet saya mengkombinasikan pola makan kalori defisit + IF + diet golongan darah A meskipun nggak full agar dietnya tetap terasa kenyang dan nggak sengsara. Penting banget untuk tidak merasa lapar saat diet karena dengan begitu biasanya dietnya bisa betah dalam jangka panjang.

Diet golongan darah
Diet golongan darah ini saya jalani dengan nggak sepenuhnya. Sehari-hari saya menjalani diet ini dengan mengkombinasi diet rendah kalori dan intermitten fasting. Ini bukan diet mitos ya, ada bukunya kok, ditulis berdasarkan penelitian Dr. Peter J. D'Adamo. Menurut Dr Peter golongan darah A yakni golongan darah saya kurang bersahabat dengan makanan-makanan hewani, terutama daging merah. Jadi jika ingin makan daging utamakan daging ayam dan ikan, telur boleh. Dan selebihnya protein nabati. Namun Dr. Peter juga menyatakan bahwa umbi-umbian juga tidak cocok untuk golongan darah saya. Nah ini yang susah saya tinggalkan. Soalnya makan singkong, jagung dan ubi itu saya suka banget karena enak dan bikin kenyang dalam waktu lama.

Pengalaman pribadi saya, memang saya tipe orang yang pencernaannya nggak gitu bersahabat sama makanan-makanan hewani. Makan keju atau minum susu hewani bisa bikin lambung saya bermasalah dan begah. Padahal saya suka banget sama keju dan milk tea atau coffee milk. Saya tetep makan dan minum itu sih tapi setelah sadar saya batasi cuma kalau lagi pengin banget aja. Saya pernah minum coffee milk pada suatu siang dan setelahnya perut sakit banget hingga seharian saya cuma bisa tiduran. Tapi saya nggak ngeh kalau itu akibat minum susu, kirain kopinya.

Nah kita-kira itu diet-diet hits yang pernah saya cobain. Apa teman-teman pernah nyobain juga? Oh ya kalau ada ide untuk menambahkan daftar diatas boleh banget lho, saya nggak jamin bakalan nyobain tapi insyaAllah akan saya riset pola dietnya dari sumber-sumber yang sesuai bidangnya dan review.

5 comments:

  1. Pernah coba diet mayo dan diet kenyang
    Dan akhirnya udah nggak peduli lagi sama diet dietan
    Wkwkwkw

    Sekarang2 mah yang penting makannya kalo lapar aja
    Kalo nggak laper minum doang. Air putih atau jus jusan wkwkw

    ReplyDelete
  2. Pengen diet nyin, pi sekarang ga tahan iman liat nasi, hiks.....

    Emmmb nek aku terakhir diet tu kuliah, itu bobotku pernah nyampe 36 kilo saking ekstremnya diet ga makan nasi, makannya sehari2 cuma sayur lauk tapi abis itu aku diceramahin ama temen2 kosanku, katanya aku kelaian klo tetep nekad diet, akhirnya usia kerja uda makan seperti biasa, n sekarang jadi menggembul lagi dweh wakakkaka

    ReplyDelete
  3. Aku pernah coba diet mayo. Masak sendiri bermodalkan list menu yang beredar di internet. Herannya, BB gak turun sama sekali tapi lingkar lengan, perut dan paha berkurang jauh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya karena berat air di area itu berkurang karena nggak konsumsi garam, apa BB miw balik lagi setelah stop diet mayo seperti aku?

      Delete

Previous Page Next Page Home