Betapa menunggu jadi saat-saat yang sakral dan menakutkan. Saat-saat menunggu ponsel bergetar, menanti nama yg berada diurutan paling atas inbox. Mendadak kecewa,ketika itu bukan dia.
Berharap. .Berharap. .
Drrrt. . Akhirnya!
Seluruh sel tubuh mengejut tak terduga,
mampu membuat semua penantian tidak jadi percuma.
Melihat layar dengan lega, terima kasih Tuhan...
menahan nafas ketika proses pesan terbuka. Bahu merosot dan mengeluh. Bukan dia lagi..
Marahkah? Terlalu tergambarkah harapan hingga membuat dia enggan? Ataukah dia hanya butuh waktu, sengaja mengulur agar tak terlihat kelewat antusias?
Menambah spasi antara dua jiwa, mungkin satu sisi berusaha membuat yang lain merindu dan ingin mengukur perasaan yg tersembul.
untuk siapapun yang tengah menunggu ponsel meneriakkan kabar
P.S. ada award dari mba quinie yang aku terlambat tau. maaf yah mbaa... jadi baru bisa dipasang
dan akan diteruskan kepadan opink, teman SMA sesama mantan karikaturis tersayang... mba sari yang punya butik, oom monas yang ketakutan putrinya bakal saya culik, the armstrong yang lama ngga kelihatan dan tukang komen (sengaja saya bagi untuk orang-orang yang sepertinya belom dapet award ini -- hah? iya ngga sih? atau perasaan saya aja ya?)
ngga sampe sepuluh sih, seadanya aja ;P pada kenyataannya temen ngeblog saya ngga banyak-banyak amat :P
dengan posting ini, sekalian pengen nanya untuk teman-teman yang nyimpen awardnya pada jendela samping ber scroll- gimana caranya ya? (gaptek mode on)









