Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts

Thursday, May 12, 2016

{ REVIEW } ADA APA DENGAN CINTA 2, 9 HAL YANG BISA DIPAHAMI DARI AADC 2 DAN PUISI RANGGA

Bintang bioskop beberapa minggu ini adalah AADC 2 dan Captain America : Civil War. Civil War done.


Dan kemarin kami memilih menonton Ada Apa Dengan Cinta? 2. AADC adalah film yang menjadi bagian dari memori saya ketika masih kelas satu SMP, saat film ini sedang gempar-gemparnya di jagat hiburan tanah air. AADC dan Eiffel I'm in Love versi buku, kalau saya. Masih ingat gimana setelah film ini booming style geng Cinta jadi inspirasi anak-anak sekolah, termasuk juga bikin grup kecil pertemanan seperti halnya Cinta. Jadi saya nggak kaget aja kalau kebanyakan kursi penonton diisi oleh para generasi 90an. Alias ibu-ibu dan tante-tante ketjeh :P Sampek ada yang bela-belain bawa balita ke bioskop entah karena balitanya nggak bisa ditinggal nonton bentar atau gimana. *SPOILER ALERT* dan saya curiga ulasan ini bakalan panjang. Berikut ini ulasannya:

Sinopsis :
Cinta (Dian Sastro), Milly (Sissy Pricillia), Maura (Titi Kamal) dan Karmen (Adinia Wirasti) bertemu kembali. Berkumpul setelah mereka semua terpisah untuk beberapa waktu karena kesibukan masing-masing. Maura sudah berkeluarga dengan banyak anak, Milly sedang mengandung anak pertamanya. Karmen berpisah dengan suaminya yang selingkuh dan tanpa kabar meninggalkan dia serta baru saja keluar dari rehab karena kedapatan mencoba-coba drugs. Cinta, punya pacar dan sedang menuju arah yang lebih serius. Pacarnya bernama Trian, untuk tanda hubungan yang lebih serius, Trian 'mengikat' Cinta dengan komitmen yang lebih. Karmen yang sempat 'salah bergaul' akhirnya kembali ditengah-tengah mereka dan Cinta, Milly, Maura merasa sudah saatnya mereka liburan bareng untuk merayakan itu. Sekalian ada urusan pekerjaan yang harus dijalankan Cinta. Keputusan sudah bulat : mereka akan berangkat ke Jogja.


Monday, May 9, 2016

{ REVIEW } CAPTAIN AMERICA : CIVIL WAR

Sudah lewat cukup lama dari saat kami menonton film ini di bioskop, antri panjang dan rela nonton midnight di salah satu mall yang agak jauh dari rumah. Bisa dibilang teasernya berhasil bikin penasaran banget ya film yang satu ini. Bioskop belakangan ini cuma menayangkan Civil War dan AADC saja, tapi tetap semua bioskop rame di semua jam. Efeknya sungguh mengagumkan. 
Yah akhirnya bisa nulis review Civil War juga.
Sinopsis :
Tekanan politik membuat aksi The Avengers dipertanyakan dan terancam mengalami perpecahan. Hal ini dipicu oleh berhasilnya The Avengers menggagalkan misi penjahat bayaran untuk mencuri senjata berbahaya, namun kemenangan itu harus dibayar dengan jatuhnya banyak korban jiwa dari masyarakat sipil. Wanda, yang merasa lalai saat kejadian sangat merasa bersalah. Selewat peristiwa itu, kejadian-kejadian lalu dimana aksi The Avengers beraksi dan jatuh banyak korban dibahas dimana-mana. Tokoh-tokoh pemerintahan merasa The Avengers sudah terlalu bebas beraksi dan meninimbulkan jatuhnya korban dari warga sipil, maka mereka perlu diawasi.


Sunday, April 17, 2016

{ REVIEW } THE JUNGLE BOOK MOVIE 2016

We do love promos, jadi kami memutuskan menonton film ini minggu lalu karena promo dan ratingnya yang bagus. Juga saya yang males banget nonton horror di bioskop, males kagetnya itu... film action aja berpotensi ngagetin apalagi horror yang kayaknya saban 5 menit selalu ada adegan ngagetin didukung dengan speaker bioskop yang wah, saya mah jadi berasa naik halilintar bukannya nonton :/ prefer nonton horror di laptop aja sih. 

Nah berikut ulasan selengkapnya.
Sinopsis:
Mowgli (Neil Sethi), bayi manusia yang hidup seorang diri karena orang tuanya meninggal di tengah hutan ditemukan oleh Bagheera (Ben Kingsley), seekor macan kumbang. Mowgli dibesarkan dalam kawanan serigala yang dipimpin oleh Akeela (Giancarlo Esposito) dan dibesarkan oleh Raksha (Lupita Nyong'o) seekor serigala betina berbulu putih. Namun Mowgli harus meninggalkan rumah dan keluarga yang selama ini dia kenal karena tengah diburu oleh harimau yang ditakuti di hutan bernama Shere Khan (Idris Alba). Dipandu oleh Bagheera yang juga mengasuhnya sejak kecil, Mowgli meninggalkan kawanan menuju tepi hutan. Bagheera menyatakan dia harus masuk ke perkampungan manusia demi keamanannya.

Thursday, April 7, 2016

{ REVIEW } BATMAN VS SUPERMAN : THE DAWN OF JUSTICE


Monday, March 14, 2016

{ Review } Kungfu Panda 3, Kembalinya Po yang Super Lucu

 

Ringkasan cerita :
Po kaget, Shifu menyatakan bahwa hari ini adalah kelasnya yang terakhir. Shifu akan berhenti mengajar dan menyerahkan posisinya sebagai guru kepada Po, sang kesatria naga. Po tentu saja merasa tidak siap bahwa kompetensinya untuk mengajar sudah bisa diandalkan seperti halnya Shifu. Shifu bersikeras, dia memilih untuk mempelajari ilmu chi lebih lanjut seperti halnya Oogway.

Shifu meninggalkan kelas segera dan jadilah hari itu sebagai hari pertama mengajar bagi Po. Teman-temannya mendukungnya meskipun hari itu berakhir buruk dengan teman-temannya yang luka parah karena latihan yang di komandoi Po. Po merasa bersalah dan mereka sepakat bahwa Po tidak bisa mengajar.

Ada tamu istimewa yang datang ke lembah, seekor panda besar yang melampaui rekor Po dalam makan baso. Panda itu sudah cukup tua dan berkata sedang mencari anaknya, Po yakin panda bernama Li itu ayahnya.




Dilain tempat di alam kematian Kai, seekor banteng berhasil melumpuhkan Oogway dan mengubahnya menjadi giok, dengan itu Kai kembali ke dunia orang hidup dengan tujuan akan menghancurkan kuil dan semua yang dipeliharan Oogway. Kai memulai mencuri Chi semua master di China baru kemudian menghancurkan kuil dan mengambil chi dari semua murid Oogway.

Para master berhasil dikalahkan Kai dan kuil mulai gaduh sementara Po masih sibuk bermain dengan Li yang baru ditemuinya. Shifu berkata bahwa mereka harus sudah menguasai ilmu chi sementara diantara mereka belum ada yang sudah menguasai benar chi, Shifu baru menguasai permulaannya. Li, ayah Po mengetahui bahwa sejarah para panda yang dikenal ahli chi menyatakan akan mengajari Po namun Po juga harus ikut pergi ke perkampungan panda yang tersembunyi di satu bukit.

Shifu setuju maka pergilah Po bersama Li menuju desa panda juga dengan ayah angkat Po yang menyusup untuk ikut serta.
Berhasilkah Po belajar chi? Bagaimana nasib desa, kuil serta panda berikutnya? Hmm nonton sendiri ya biar nggak spoiler :D

Kata saya :
Film ini lucu banget, lebih lebih menggemaskan dan lebih lebih lucu dari film Kungfu Panda yang sebelumnya. Belum lagi detail gerakannya yang emesshhh :D Meskipun saya nggak ngerti alasan gimana bisa Po yakin yah kalau Li bener ayahnya, kalau dari fisik mirip ya miriplah sama-sama panda. Tapi nggak mungkin mereka pake tes DNA kayak sinetron jaman sekarang juga sih. Ini salah satu plot hole disini, tapi nggak ganggu... secara ya film lucu.
Saya ngikutin dari awal sampek akhir tanpa bosan, Jack Black juga sukses mengimbangi sikap ekspresif Po dengan suaranya. Cocok banget buat hiburan kala stress atau sekadar ditonton bersama keluarga. Jangan khawatir, aman banget kok ini ditonton anak kecil pun :) Ceritanya nggak mengungkit isu-isu yang hanya bisa serta boleh ditonton orang dewasa.

So how was your weekend? :)


*) pic source : Google

Monday, November 9, 2015

{ Review } The Little Prince Movie 2015



Oke nonton ini dalam rangka jalan bareng teman-teman dan salah seorang teman kurang suka serialnya James Bond yang sekarang lagi in banget di bioskop. Jadi kami nonton The Little Prince ini. Tanpa ekspektasi tinggi. Nggak nyangka kalau film ini bakalan mengambil hati saya dan teman-teman. Touching dan bikin mewek kami bertiga.

Familiar dengan buku The Little Prince, buku lama yang tetep laris?
Nah ini versi filmnya dengan tambahan script mengenai kondisi anak-anak saat ini yang direpresentasikan oleh tokoh utama, dan tambahan imajinasi.


Menceritakan mengenai seorang gadis kecil yang ibunya (seorang single parents) sangat ingin dia masuk sekolah prestisius bernama Werth Academy, waktunya diisi dengan belajar dan belajar bahkan materi yang terlalu berat untuk dipelajari anak seusianya. Karena wawancara penerimaan tidak berjalan lancar maka mereka pindah tidak jauh dari Werth, bertetangga dengan seorang Kakek tua nyentrik yang tinggal sendiri dirumahnya. Kakek tua mantan pilot itu suatu hari tanpa sengaja menjebol tembok rumah mereka ketika sedang mencoba memperbaiki pesawatnya.

Ketika sedang belajar di kamarnya, si gadis kecil mendapatkan kertas origami bentuk pesawat dan membuka lipatan kertasnya. Lipatan kertas itu berisi cerita mengenai pangeran kecil yang hidup di sebuah planet kecil. Dia terkejut dan si kakek melambaikan tangan dari atap rumahnya dan berkata kalau dia akan mendapatkan cerita itu, sepertinya dia butuh teman.

Gadis kecil marah dan menutup jendelanya. Suatu hari karena ingin tahu dia menyelinap ke rumah si kakek dan mendapati orang tua itu memang sedang memperbaiki pesawatnya di halaman belakang, mereka berteman sejak itu dan si kakek melanjutkan lembar demi lembar ceritanya mengenai sang pangeran kecil yang polos dan sederhana yang benar-benar pernah dia temui di masa mudanya. Gadis kecil mulai membohongi jadwal belajarnya dan lebih banyak bermain dengan si kakek.

Tidak banyak tokoh di film ini, tapi saya bisa bilang kalau karakter dari masing-masing tokohnya begitu kuat, cerita yang begitu sederhana tapi bagus dan menyentuh. Didukung animasi yang sangat indah dan soundtrack yang masuk ke dalam konflik emosinya, ini adalah film animasi kedua tahun ini setelah Inside Out yang berhasil membuat saya menangis, juga teman-teman saya yang nangisnya lebih heboh hehehe.

Sekalipun alur ceritanya nampak sederhana, tapi film ini demikian filosofis dengan dialognya yang sangat indah dan penuturannya yang polos menyentuh. Membuat kita, orang-orang dewasa merenung dan berpikir ulang tentang banyak hal.

Film ini sangat sangat saya rekomendasikan untuk ditonton. Siap-siap terhanyut dalam ceritanya.



 *) all picture taken from random googling




Tuesday, July 7, 2015

{ Review } Minions The Movie



Synopsis:
Evolving from single-celled yellow organisms at the dawn of time, Minions live to serve, but find themselves working for a continual series of unsuccessful masters, from T. Rex to Napoleon. Without a master to grovel for, the Minions fall into a deep depression. But one minion, Kevin, has a plan; accompanied by his pals Stuart and Bob, Kevin sets forth to find a new evil boss for his brethren to follow. Their search leads them to Scarlet Overkill, the world's first-ever super-villainess.
(taken from Google + pic)


Kata saya:
Kayaknya kali ini saya nggak banyak ngomong, film ini lucu dan menghibur. Bangeeeettt.
Film ini menjawab pertanyaan saya mengenai asal usul minion dengan cukup baik. Sejenis makhluk yang hidup dari zaman purba dan punya obsesi untuk melayani bos jahat. Sandra Bullock pengisi suara Scarlet juga pas banget masuk karakternya. Memang ada beberapa adegan yang absurd atau mungkin nggak masuk akal tapi masih terjelaskan sebab akibatnya di cerita dengan baik - ya memang nggak logis tapi ya terus emangnya kenapa? Ini menang banget sisi hiburannya. Saya menikmati film ini sampai selesai ;)



Monday, June 29, 2015

{ Review } Jurassic World




Synopsis :
Twenty-two years after the incident at Jurassic Park, a theme park populated with cloned dinosaurs, Jurassic World has opened on Isla Nublar. Brothers Zach and Gray Mitchell are sent there to visit their aunt, Claire Dearing, the park's operations manager. Claire's assistant is their guide, as Claire is busy recruiting corporate sponsors with a new attraction, a genetically-modified dinosaur called Indominus rex. The dinosaur was created using the DNA of several predatory dinosaurs and modern-day animals; Dr. Henry Wu, the park's chief geneticist, keeps the exact genetic makeup classified.

Owen Grady trains the park's four Velociraptors, who have accepted him as their alpha. Vic Hoskins, head of security, believes raptors can be trained for military use, but Owen disagrees. Simon Masrani, the owner of Jurassic World, has Owen evaluate the Indominus‍ '​ enclosure before the attraction opens. Owen warns Claire that the Indominus is dangerous because she was raised in complete isolation.

Owen and Claire discover that the Indominus has seemingly escaped. Owen and two staff enter the enclosure, but the Indominus ambushes them, having faked her escape by masking her thermal image. Only Owen survives before the Indominus disappears into the island's interior. Masrani sends the Asset Containment Unit to capture the dinosaur alive, but after most of the team are killed, Claire orders an evacuation.

Gray and Zach, having sneaked away to explore, ignore the evacuation order and wander into the forest in a gyrosphere.
(taken from Wikipedia)





Kata saya:
Seperti biasa malas nulis sinopsisnya ya... Hmm saya harus mengakui promo film ini benar-benar bagus. Promonya bagus, trailernya megah dan bikin penasaran. Belum lagi data kelarisan film ini diseluruh dunia. Pas nonton... begitu ditunjukan pulau Isla Nublar, keren sih... demikian juga wahana-wahananya... keren-keren. Sayang eksplorasi wahana ini kurang banyak dan kurang lama kalau menurut saya. Dan yang paling istimewa karena baru dibikin : Indominus Rex... malah kandangnya terkesan biasa-biasa aja meskipun tinggi dan besar tapi saya nggak melihat bedanya dengan kandang macan di Secret Zoo Malang.

Terus konflik yang terbangun terlalu awal bikin kita belum terlalu mengenal tokoh-tokoh yang di dalamnya eh udah konflik aja. Poin yang kita tahu cuma: Claire yang sibuk dan mendominasi yang ternyata pernah kencan dengan Owen dulunya. Kedua keponakan yang satunya over excited dan satunya suka melanggar peraturan. Jadi karakter-karakter itu kurang kuat dan berkembang tapi kita sudah disuguhin konflik. Yah... jatuhnya berasa sayang gitu...

Menurut mas, endingnya terasa aneh dan dipaksain.
Pembunuhan demi pembunuhan oleh dino nggak vulgar sih dalam film mungkin karena rate film buat remaja kali ya...
Namun overall tetep oke sih buat tontonan hiburan :)
Nilai dari saya 7,5 dari 1-10 deh ;P



~

Thursday, April 30, 2015

{ Review } Cinderella Movie 2015


Movie synopsis:
After her father unexpectedly dies, young Ella (Lily James) finds herself at the mercy of her cruel stepmother (Cate Blanchett) and stepsisters, who reduce her to scullery maid. Despite her circumstances, she refuses to despair. An invitation to a palace ball gives Ella hope that she might reunite with the dashing stranger (Richard Madden) she met in the woods, but her stepmother prevents her from going. Help arrives in the form of a kindly beggar woman who has a magic touch for ordinary things.
(taken from wikipedia)

Seriusan saya nonton ini karena ketinggian ekspektasi, saya berharap at least ceritanya baru nggak seperti Cinderella yang selama ini kita tahu. Yah kayak film Red Riding Hood misalnya...
Perbedaan cerita cuma mengenai Ella dan Pangeran yang sebelum pesta bertemu di hutan. Udah gitu doang. Jadi ceritanya si Pangeran suka sama Ella karena menurutnya Ella suka sama dia meskipun dia bukan pangeran.


Konfliknya ala ala sinetron indonesia dengan tagline : ayo siksa tokoh utama!
Hehe saya jadi pengin ikutan nyiksa si Ella ini. Lah udah dikasih tahu emaknya sebelum meninggal untuk memiliki keberanian dan kebaikan hati, eh dianya kagak dengerin. Baik hati overdosis sampek kayak bukan manusia :p Dan nggak punya keberanian untuk memperjuangkan nasibnya sendiri. Have courage dari hongkong.


Lucunya ibu tirinya cantik banget, yah ini menjelaskan kenapa bapake Ella pengen nikah sama dia. Ngeselin, tapi saya paling suka karakter ini.



Motivasi lain pengin nonton ini selain itu adalah karena saya pengin banget nonton Helena Bonham Carter (pemeran ibu peri). Saya terkesan dengan perannya di film-film lain seperti Sweeny Todd : The Demon Barber of Fleet Street (bareng Johny Depp), Alice in Wonderland, Harry Potter and many more... tapi ternyata perannya nggak keluar banyak, cuma sebentar doang.

Tambahan, celana si Pangeran Ketat dan dari bahan yang kayaknya sejenis jersey, itu mengganggu banget hahah. Demikian juga bangsawan yang cowok-cowok itu. Oh ya, teman saya bilang banyak orang tua ngasal yang bawa anak-anaknya untuk nonton film ini. Kesalahan besar. Ini filmnya lumayan vulgar, no sensor... bukan buat anak kecil kecuali kau ingin anakmu aniaya-able kayak Ella dan pakai baju yang dadanya kemana-mana, atau pengin nyari pangeran untuk dicium atau apa gitu.. Nggak recommended buat anak-anak, seriusan.

Dan saya nggak ngerti banget kenapa rating film ini lumayan. Nggak ada bagian yang bikin saya terkesan. Lebih suka Red Riding Hood atau Alice in Wonderland.

~


Friday, April 24, 2015

{ Review } Filosofi Kopi The Movie



Sinopsis:
Cerita tentang pencarian jiwa dan perjalanan berdamai dengan masa lalu melalui kopi. Ben dan Jody adalah sahabat yang membangun kedai "Filosofi Kopi", sebuah kedai kopi terkemuka di Jakarta yang hanya menyediakan kopi terbaik Indonesia. Sebuah tantangan untuk membuat kopi yang sempurna dari seorang pengusaha membawa Ben dan Jody pada petualangan menyusun serpihan masa lalu mereka yang penuh getir dengan orang tua mereka masing-masing.
Sebuah film yang tidak hanya bercerita, tapi juga membuka wawasan baru untuk melihat kopi Indonesia dalam bingkai yang penuh gairah dan cinta.
taken from : http://www.filosofikopimovie.com 
all pic taken from : random googling
(seperti biasa males menulis sinopsis maunya langsung komentar :p)




Saya senang nonton film Indonesia, terutama kalau saya rasa isinya bakalan berkualitas, cuma berhubung jarang nonton sendirian sementara selera teman nonton seringkali lebih ke film luar negeri ya lebih banyak mengalahnya untuk ngikutin mereka. Kali ini saya berhasil memaksa teman saya untuk nemenin nonton ini.



Dari semua film adaptasi novel Dee yang pernah saya tonton (belum pernah nonton Madre dan Supernova 1), saya paling suka film ini. Begitu tahu Chicco Jerikho yang jadi Ben... jujur awalnya sangsi, kenapa Chicco? Tapi begitu nonton, yap akting Chicco disini keren banget dan sesuai dengan penggalian karakter Ben. Rio Dewanto pun juga seolah melenggang dengan effortless disini. Mereka dekat dan akrab dengan interaksi yang bagus tanpa terlihat seperti 'saling mencintai' yeah you know what I mean lah yaaa...



Dalam film ini saya menemukan penyelesaian yang berbeda dengan cerita aslinya, karakter yang digali lebih dalam namun tanpa kehilangan feel dari novelnya sendiri. Asik gitu diikutin. Nah kalau di bukunya hadiah bikin kopi diberikan ke Pak Seno yang akhirnya disimpan dan dibiarkan begitu saja karena yang diberi nggak paham kalau lembaran kertas yang diberikan itu namanya cek yang bisa ditukar uang (aduuuhhh... saya ngeluh pas baca endingnya :p) Nah di filmnya tidak demikian. Penyelesaiannya oke, cerita berkembang dan rangkaian cerita serta sebab akibatnya disajikan dengan apik.
Nggak nyesel banget nonton ini, nah sekarang gimana caranya ngajak si mas yang nggak suka film beginian nemenin nonton :p


~


Wednesday, April 8, 2015

{ Review } Home Movie 2015





Sinopsis:
After a hive-minded alien race called the Boov conquer the Earth, they relocate the planet's human population -- all except for a little girl named Tip (Rihanna), who's managed to hide from the aliens. When Tip meets a fugitive Boov called Oh (Jim Parsons), there's mutual distrust. However, Oh is not like his comrades; he craves friendship and fun. As their distrust fades, the pair set out together to find Tip's mother, but, unbeknown to them, the Gorg -- enemies of the Boov -- are en route.
(taken from wiki)
 
Yah akhirnya ada lagi film animasi yang lucu dan aman ditonton anak-anak. Nonton ini bareng si mas, dan dia juga menganggap film ini lucu dan menghibur meskipun ratingnya sedang-sedang saja. Film ini layak tonton, aman untuk mengajak anak-anak nonton film ini, kita tahu saat ini banyak film berlogo SU tapi ternyata pas diputar, paling tidak usia remaja yang diperlukan seseorang untuk diizinkan nonton film tersebut. Sementara para orang tua sudah terlanjur pede-pede saja membawa gerombolan krucils di bioskop. Seharusnya orang tua mesti nyobain nonton dulu sebagai pertimbangan layak nggak film itu ditonton anak mereka -__-

Film ini lucu dengan twist yang ada clue-nya ditengah-tengah, meskipun nggak semua penonton bisa ngeh. Gambarnya bagus, mengisahkan mengenai pentingnya persahabatan dan keluarga. Lucu. Cocok ditonton pas liburan ;)





Thursday, March 12, 2015

{ Review } Kingsman The Secret Service


Gary "Eggsy" Unwin (Taron Egerton), whose late father secretly worked for a spy organization, lives in a South London housing estate and seems headed for a life behind bars. However, dapper agent Harry Hart (Colin Firth) recognizes potential in the youth and recruits him to be a trainee in the secret service. Meanwhile, villainous Richmond Valentine (Samuel L. Jackson) launches a diabolical plan to solve the problem of climate change via a worldwide killing spree.

Harry anggota Kingsman sekaligus pemilik butik
Ini berkisah mengenai agen rahasia yang sering harus menangani misi-misi penting. Oke memang nggak dijelaskan dengan demikian jelas sih organisasi macam apa yang sumberdananya bagaimana. Pokoknya rahasia lah ya dan para anggotanya adalah para gentlemen yang diluar keagenrahasiaan mereka, mereka adalah businessman yang sangat terpandang.

Salah satu markas Kingsman dapat diakses dari butik penyedia jas-jas untuk para bangsawan dan orang terpandang bernama Kingsman juga.

Ngomongin filmnya, memang agak vulgar pada misi peledakan ala Valentine tapi adegan dimana satu gereja penuh saling membunuh karena efeknya malah disensor, sementara adegan women half naked malah lolos dari sensor. Pemilihan sensor dan non sensornya buruk. Dan ngomong-ngomong soal ibu si Eggsy, dia seriusan menjalani hidup yang ya kayak gitu deh, padahal itu menyusahkan anak-anaknya. Yah semoga nih nggak ada orang tua yang iseng ngajakin anaknya nonton ini karena mikir kalau ini film sejenis superhero yang layak ditonton anak-anak.

Plothole-nya banyak, tapi nggak usah terlalu dipikirin. Menonton ini bersama si mas dan dia nggak ketiduran. Yang berarti film ini cukup oke dan nggak membosankan. Hehe yah namanya juga film dinikmati aja :p
Eggsy ketika sudah menjadi Kingsman dan menjalankan misi

*pic source : random googling

Monday, February 2, 2015

{ Review } The Imitation Game



Kami memilih nonton ini waktu movie date. Tergoda pada ratingnya yang demikian tinggi di IMDB.

Bercerita tentang Alan Touring, ahli matematika memimpin tim yang terdiri dari pemecah kode terbaik di bidangnya untuk memecahkan kode Enigma, enkripsi yang saat itu dipakai Jerman jalur radio untuk menyebarkan perintah-perintah perangnya. Jalur radionya sangat gampang disadap, namun enkripsi didalamnya susah diketahui. Sementara kode enigma setiap hari berubah.

Didalamnya banyak flashback Alan juga ketika masih kecil. Ceritanya oke meskipun terlalu serius untuk ditonton pada saat weekend. Acting Benedict sebagai Alan cukup oke, dan dapet banget chemistry-nya dengan Keira Knighley disini. Meskipun well mereka nggak bisa bersama dan sebagainya, tapi saya rasa mereka sangat manis dan romantis meskipun dengan cara yang tidak biasa.

Flashback ketika Alan masih kecil juga oke, actingnya sebagai anak kecil yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri dengan mimik muka yang ekspresif sangat oke. Banyak scene-scene yang bikin gemas.

Tapi berhubung si mas tidur di banyak sekali bagian di film ini, saya rasa memang alur yang lambat serta melankolis didukung dengan musik super slow nya bikin nggak tahan melek ini bikin filmnya kurang enak ditonton. Bahkan untuk orang yang bukan tipe ketiduran saat nonton di bioskop seperti saya juga bisa nguap-nguap.

Jadi kalau sudah terbiasa dengan film-film petualangan yang bikin mata melek atau action, yah nggak direkomendasikan nonton film ini.

Overall oke, tapi jenis oke yang biasa aja. Saya nggak ngerti kenapa ratingnya bisa setinggi itu.

~

Wednesday, January 7, 2015

{ Review } The Hobbit : The Battle of The Five Armies




Nonton ini bersama si mas dan surprising he's not asleep. Jadi bisa di bilang filmnya oke dan nggak membosankan. Kalau saya sih selalu suka film sejenis adventure fantasy karena bikinnya yang niat dan view nya yang oke. Jadi pasti melek nontonnya.

Di sekuel yang ini, akhirnya 5 bangsa berperang untuk kepentingannya pada istana Thorin. 

Dan... Duh kuatir keselip ngetik spoiler. Overall oke dan saya suka banget meskipun sambil gemes nontonnya. Nilai 98 dari 100.

~

Tuesday, January 6, 2015

{ Review } Night at The Museum : Secret of The Thomb




Kehebohan pada malam hari di museum terus berlanjut hingga kemudian tablet yang menghidupkan semuanya mulai berkarat. Sehingga semuanya menjadi tak terkendali. Tablet milik Raja Alkh terus bertambah karatnya, namun Raja Alkh sendiri tidak mengenal dengan baik tablet tersebut dibandingkan ayahnya. Petualangan dimulai untuk menemukan ayah Raja Alkh untuk mengungkap misteri tablet dan menyembuhkan karatnya.

Well, nggak pengen spoiler... Yang jelas meskipun dengan cerita yang sederhana. Film sequel ini tetap oke dan menghibur. Juga tetap lucu. Saya suka banget. Nggak rugi nontonnya.



~




Saturday, December 20, 2014

{ Review } Stand by Me, Doraemon




Antriannya beneran membludak. Tapi akhirnya berhasil nonton setelah mempersuasi orang kantor dengan trailernya. Diketawain kadep sebelah gara-garanya mau nonton ini sih. Hih.

Saya beneran nangis nonton trailer film ini di Blitz. Tapi ini seriusan nggak sesuai ekspektasi saya. Emang lucu banget. Ada juga yang bikin melankolis. Doraemonnya cute banget juga. Nonton trailernya saya berkspektasi si nobita meskipun kayak gitu tapi dia benar-benar menjaga shizuka. But it's not. 

Buat saya nobita itu cuma satu kelemahannya: malas dan mungkin dalam hidupnya dia kurang kuat. Dalam segala hal sungguh setengah-setengah. Belajar setengah-setengah, bahkan soal perasaan pun setengah-setengah. 

Kurang di eksplore bangaimana dia bisa membuat shizuka jatuh cinta? Ya masa cuma karena dia nggak bisa melakukan apapun sendiri? At least usahanya kenceng dong.

Dialog saat shizuka besoknya mau menikah pun pointless. Ayahnya bilang kau benar telah memilih nobita. Dia orang biasa yang tidak punya bakat istimewa tapi dia bersedih dan tertawa untuk kebahagiaan orang lain (ya kurang lebih gitulah). Prosesnya kurang eksplore. Ini mungkin sangat berarti maknanya jika eksplorenya lebih dalem.

Akhirnya juga nggak sesuai ekspektasi berhubung saya nangis di trailernya. It's supposed to be sad ending. Heheh. Menurut saya sih gituu... Tapi si teman bilang, "ini kan film anak-anak niiinnn.." Yeah she's right. Dan kenapa jadi saya yang ngomel yah? Haha.

Tapi kan bagian depannya untuk yang pernah menjadi anak-anak. Serial doraemon muncul ketika saya baru lahir. Tapi dia sudah menjadi icon untuk anak-anak 90an. Jadi itu salah satu alasan mengapa Blitz ngantrinya kayak mau dibagi sembako gratis. Meskipun gitu, ini layak tonton buat hiburan. Pesen saya cuma: don't expect too much.




~



Wednesday, October 1, 2014

{Movie Review} The Prince

Alasan nonton ini sederhana banget. Pengin nonton Rain. Dan nggak ada kursi nyaman tersisa untuk nonton Maze Runner. Ya sudah lah ya...

Saya nggak pengin ngetik banyak review ini karena emang nggak berkesan.

Si ayah yang dulunya semacam gangster atau apa (entahlah background ceritanya nggak kuat, nggak dapet feelnya), punya putri bandel kecanduan narkoba yang nggak bisa dihubungi karena entah dimana. si ayah mencari putrinya kemana-mana sampai ketemu dengan teman si putri (yang sebenarnya ganggu dan nggak penting banget karakternya di film ini). Hingga sampai disebuah kota yang orang-orang disana mengenalinya. si ayah punya banyak musuh dari masa lalu terutama tokoh entah siapa yang diperankan Bruce Willis yang punya dendam khusus. Peran Bruce Willis juga nggak berkesan sama sekali di film ini. Cuma sebentar-sebentar dan gampang kalahnya gitu sih. The Prince disini terlalu gampang mengalahkan musuhnya hingga terasa nggak seru. Karakter semuanya kurang kuat. Malah ganggu kayak asal muncul aja. Rain disini agak terlalu flamboyan untuk tangan kanannya Bruce Wilis. Tapi seneng sih lihat dia disini meskipun gayanya agak Kpop gitu dan endingnya tewas lawan si Prince.

Ah nggak tau lah ya... not recommended. Actionnya kurang. Tapi okelah kalau nontonnya sekedar iseng.




~








Tuesday, April 22, 2014

Transcendence (Movie Review)


taken from here

Oke ini adalah film kesekian hasil bujukan teman-teman saya. Tapi yah sudahlah...
Saya memang jenis orang yang oke aja kalau pas jalan bareng-bareng dan punya rencana nonton atau makan. Heheh. Yah makan sih agak rewel dikit.

Sementara alasan si teman milih film ini cuma karena Johny Depp bintang utamanya. Dan serius saya juga ikutan oke tanpa tapi karena itu juga.

Transcendence bergenre sci-fi bercerita tentang seorang ilmuwan berbakat dan penyayang keluarga bernama Will Caster yang menemukan sesuatu tentang kecerdasan buatan, usai presentasi dia mendapat serangan tembakan yang membuat dia harus dirawat. Seusai dirawat ternyata peluru yang cuma menyerempet itu berulah, pistol dan pelurunya dirancang khusus sehingga tinggal menunggu waktu seluruh fungsi tubuh Will akan nonaktif. Berbagai cara di coba oleh sahabat Will dan istrinya yang juga sangat pintar bernama Evelyn untuk memperlambat proses itu. Evelyn berencana untuk memindahkan otak dan pikiran Will dalam peranti komputer. Tapi mereka begitu bingung dengan pemecahan kode rahasia dalam proses tersebut dan Will meninggal.

Pada suatu malam, ketika Evelyn sudah begitu putus asa terjadi sesuatu di layar komputernya. Seseorang menyapa. Dia Will, dengan melalui lensa kamera dia melihat sahabatnya Max, Evelyn dan rumah mereka. Will adalah seperangkat alat komputer dan matanya adalah lensa kamera.
"Dia bukan Will..." Max berbicara sambil mematikan komputer itu, "baru terkoneksi dan yang pertama ingin dia lihat adalah indeks saham?"
"Dia bukan Will.."
Evelyn karena cinta dan rindunya kepada Will mengusir Max keluar, karena merasa Max tidak mengerti dirinya.
Ketika berjalan keluar rumah Max diculik oleh gerombolan yang sama yang menembak Will. Mereka memaksa Max untuk membantu rencana mereka.

"Apa yang membuat kalian berpikir aku akan membantu rencana kalian?" tanya Max. Ketua gerombolan itu tersenyum. "Kau akan membantuku... putuskan saja dulu,"
Apa yang membuat mereka begitu yakin? Dan mengapa Max merasa komputer itu bukan Will?
Apakah komputer tersebut benar-benar Will?
Film yang kental akan imajinasi ini menurut saya demikian layak tonton. Untuk detail kejelekannya yah... saya kurang paham. Yang jelas saya sebagai orang awam merasa film ini layak tonton meskipun dibagian depan alur cerita berjalan dengan sangat lambat menyebabkan saya mengantuk dan tertidur sekian menit. Usahakan menonton dalam kondisi segar dan tidak kurang tidur, jika penasaran dengan jalan ceritanya.



~

Monday, March 10, 2014

Robocop Movie via IMAX - Review

Oke, ini pertama kalinya saya nonton di IMAX. Penasaran aja sih pada seperti apa bedanya film yang ditonton di IMAX dengan studio lain. Yang jelas speaker-nya lebih 'nendang', layarnya juga jauh lebih besar (tapi kursi buat penontonnya juga jauhhh lebih banyak memang sih..). Untuk kursi susunannya mirip teater Keong Mas milik TMII tapi dengan desain khas XXI. Ya gitulah pokoknya...

https://static.imax.com/media/filebrowser/uploads/dscf1226.jpg
source: here
 Pas awal-awal filmnya diputer, masih pembukaan... memang seperti nonton 3D tapi bukan 3D, makin masuk ke filmnya ya makin biasa aja selain layar lebih lebar banget dan suara lebih kenceng. Tiket IMAX seharga IDR 75k sekali nonton.

http://www.joblo.com/newsimages1/robocop%20con%202.jpg
source: google
 Mengenai filmnya... dibuka dengan semi talkshow yang mengemukakan bahwa Amerika adalah negara yang entah mengapa phobia terhadap robot padahal robot dalam pertahanan militer sangat penting peranannya, mereka tidak merasa kelelahan dan sangat kuat. Ada dua macam kubu yang tetap bersitegang mengenai ini dan diambillah voting untuk menentukan apakah robot akan masuk ke dalam peranan militer AS atau tidak. Pihak yang kontra berkeyakinan bahwa robot tidak punya nurani seperti halnya manusia, dia akan tetap membunuh anak kecil jika terjadi khasus apapun dengan tanpa pertimbangan dulu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNTPx5xYGGZPTjGrYHgIstEdBEK3sAyq57OTAaAi-aUigWhpv-N2c4AitYGr6MA1jtzxBdPLFHMbe4qmgrc0-ySnFACynXdvmEnNWQtrpgM1RhyphenhyphenqYGGUKDREAeP4KaklSZMK0voGWc259d/s1600/robocop-2013-2.jpg
source: here
Pihak yang pro, sekaligus pemilik perusahaan pengembang robot Omnicorp kemudian menemui kenalannya seorang dokter yang mengembangkan alat bantu kepada pasiennya yang kehilangan anggota tubuh seperti kaki dan tangan... membuat alat yang dapat terkoneksi dengan syaraf mereka dan dapat menggantikan bagian tubuh yang hilang dengan baik. Sang dokter kemudian menyetujui ajakan kerjasamanya dan mereka kemudian mencari polisi yang cacat dalam menjalankan tugas untuk diujicobakan dalam project mereka. Tapi dari semua kandidat mereka belum juga menemukan orang yang tepat.

Disisi lain Alex Murphy adalah detektif yang sedang menangani sebuah kasus, rekannya menjadi korban dalam kasus tersebut meskipun tidak sampai meninggal. Tapi dia juga tidak luput dari usaha pembunuhan dan mengalami ledakan bom fatal yang membuatnya kritis dan kehilangan sebagian besar anggota tubuhnya. Maka tim pengembangan robot itu memutuskan untuk menggunakan Alex Murphy mengingat prestasinya yang bagus di kepolisian dan harapan hidupnya yang nyaris hilang. Mereka menawarkan kesempatan kedua kepada keluarga Alex yang akhirnya disetujui istrinya. Alex dibawa ke Cina dan penelitian serta pengembangan dilakukan disana. Alex menjadi robot polisi dengan nurani manusia seperti tujuan project tersebut. Namun pada uji coba tempur dengan robot lain, pemilik omnicorp merasa alex terlalu lambat karena pertimbangan-pertimbangan yang dia lakukan, dia menginginkan Alex lebih cepat lagi yang ditolak oleh dokter yang menangani Alex, "Jika kau ingin robot dengan naluri manusia... inilah yang terbaik yang bisa kaudapatkan,"
http://www.ticketslk.com/movie_items/0001/0576/wallpaper_4.jpg
source: google
Pemilik omnicorp bersikeras, mulai saat itu terjadi banyaknya ketidakcocokan antara dokter yang mengembangkan project tersebut dengan pemilik perusahaan sebagai penyedia modal. Sementara semakin stabil dan bertambahnya kemampuan Alex, dia kemudian mengakses dan menyelidiki kasusnya sendiri yang ternyata merupakan mata rantai kuat yang mengejutkan.

Film ini seru banget dan menyenangkan untuk ditonton meskipun bisa ketebak endingnya akan terlihat seperti apa, tidak seperti Batman The Dark Knight yang endingnya bikin surprise. Robocop lebih menarik pada jalannya emosi dan rencana-rencana yang tertutup rencana, serta pengungkapan kasus.
Layak banget untuk ditonton pas liburan ;)


~

Monday, January 27, 2014

Home Front


Hasil dari hasutan lain, saya nonton film action yang judulnya Home Front. Karena beneran jatuh hati pada laganya Jason Statham di The Mechanic, maka saya mengiyakan hasutan si teman. Udah agak lama sih filmnya, tapi baru inget untuk review :p

Bercerita tentang seorang anggota polisi yang menyamar untuk menangkap gerombolan penjahat. Sebegitu dipercayanya dia hingga berhasil membuat mereka ditangkap dan anak dari pemimpin buronan tersebut terbunuh dalam peristiwa penangkapan itu. Jason Statham (saya lupa siapa namanya disini saking sudah lama nonton) merasa bersalah karena segala kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah sandiwara untuk penangkapan. Statham berhenti sebagai anggota polisi dan tinggal di desa kecil bersama anak perempuannya. Tapi ditempat tersebut pun bukan menjadi jaminan daerah bebas kriminal. Statham sering berurusan dengan orang yang kerap kali bersikap kasar dalam perjalanannya menjadi warga sipil yang baik. Tidak jarang juga kesabarannya habis dan membalas perlakuan mereka.


Anak perempuannya mempelajari dengan baik bagaimana cara membela diri dari ayahnya. Sehingga suatu hari di sekolah dia mendapat masalah karena membalas perlakuan seorang teman sekolahnya yang berbuat jahil padanya. Orang tua anak lelaki itu sangat marah, ibunya yang pecandu narkoba menuntut permohonan maaf (diperankan Kate Bosworth). Karena tidak mendapatkannya, Kate mengadukan itu semua kepada kakaknya yang memiliki banyak bisnis ilegal, termasuk narkoba yang dikonsumsi Kate (James Franco).

James menculik kucing kesayangan anak Jason dan melakukan berbagai hal untuk menakut-nakuti mereka. James yang mencari data diri Jason kemudian menemukan bahwa Jason adalah anggota polisi yang bertanggung jawab terhadap penangkapan gerombolan buronan beberapa tahun lalu. James kemudian berubah pikiran dan membuat rencana lain.


Secara keseluruhan filmnya bagus, actionnya dapet... deg-degannya dapet. Dan beneran deh Oom James Franco sebagai pebisnis ilegal yang licik memang ngeselin but you can't hate him that much :))

~


Next Page Home