Thursday, January 26, 2012

Listener

Ada pengunjung blog yang bertanya kepada saya dengan pertanyaan seperti ini (tidak saya edit):
jangan dibuat listener karena kita bukan pendengar. :D kenapa tidak dibuat writter (sbg penuis komentar) atau reader (krn sudah membaca artikelnya) ? #hanyasaran
Mengapa saya menuliskannya menjadi listener?
Karena nama blog in berasal dari kata 'mendengar'. Asalnya dari saya sendiri yang meskipun cukup lancar berdiskusi dalam topik-topik umum namun sukar bercerita mengenai uneg-uneg saya sendiri. Ya, saya bukan orang yang bisa dengan lancar curhat lewat ucapan sehingga kawan saya bisa mendengarkan apa yang ingin saya sampaikan.

Mungkin saya terlhat begitu ekstrovert karena gampang diajak bicara terkecuali tentang pikiran-pikiran dan masalah pribadi yang saya sedang tanggung. Karena itu saya menyampaikan apa yang tidak bisa kawan saya dengar melalui tulisan. Saya lebih lancar bercerita dan mencurahkan uneg-uneg saya via tulisan ketimbang via lisan. Jadi ketika anda sedang membaca tulisan ini, saya anggap anda tengah mendengarkan suara-suara dalam kepala saya yang tidak sampai dilisankan. Dan beginilah cara saya agar suara-suara pikiran itu tidak mengganggu saya dan tidak cuma berumpalan didalam otak sampai saya penat. Ya, dengan cara menuliskannya.

Bagi saya menulis adalah terapi kejiwaan yang pas, karena aliran emosi mengalir dengan lancar tanpa tersumbat karena penahanan-penahanan yang pada akhirnya membuat jiwa kita luar biasa lelah. Bisa jadi akan ada kehebohan kalau setiap waktu kita mendamprat orang-orang yang membuat kita kesal hanya agar kita bisa lebih jujur pada diri sendiri dalam berlaku dan berperasaan. Tapi menulis bagi saya bisa menyelesaikan persoalan itu, meminimalisasi kemarahan dan tidak meledakkannya setiap waktu kemarahan itu hinggap.

Nah, bagaimana dengan anda?

15 comments:

SKN said...

setujuuu ^^ gue malah jauh lebih bisa memahami kalau persoalan itu bentuknya tulisan, bukan audio. makanya kalo curhat sama gue enaknya via chat. hahahaha. blognya bagus kook :) keep writing!

Nuel Lubis, Author "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" said...

sepertinya inlah takdir orang2 introvert nin... hanya nyaman di dunia tulisan....

Anonymous said...

yang beda itu unik, seperti blog ini..kereeen :)

kazvampires said...

haa setubuhhh,eeh setuju teh Ninda setuju pisan >.<

teh baru ganti tata letaknya sama template ya,menunya pun udah jadi pink :D

Nop said...

Agreed. dengan menulis biasanya emosi kita lebih terkontrol dari pada langsung mendamprat orang hehe

Rawins said...

kok mendengar..?
perasaan dulu tuh namanya biography log
trus disingkat blog

ceritain dong sejarahnya

Arif Chasan said...

kalo saya sih tetep "comentter"
eh, istilahnya gitu bukan sih? :O

Hariyanto Wijoyo said...

menulis adalah salah satu cara pengungkapan isi hati dan jiwa :-)

Unknown said...

Kata "writer" itu standar dan kata "reader" itu lebih standar lagi. Saya suka kata "listener". Sekian.

Bay said...

kalo saya sih lebih sering dipendam .. kalo lagi galau atau stress, main komputer kalo ga futsal . hehe

salam kenal ^_^
baru pertama berkunjung ..

Annesya said...

saya kangen maak. saya mau makan maak. *eh?

Irma Senja said...

setuju, menulis itu terapi jiwa dan refresing hati.....

R10 said...

Listener lebih keren, kalau reader kesannya kayak feed blog :D

ninda selalu lebih hebat mendesign template daripada aku, padahal sama2 pakai default template blogger

vie_three said...

aku suka dengan kata listener cocok dengan blog ListeNinda.

Asop said...

Hmmmm, ini artinya Ninda adalah orang "audio", bukan "visual" atau apapun itu istilahnya. Kalau "visual", Ninda pasti bilang "pembaca". :)

*sotoy kumat*

Previous Page Next Page Home