Monday, August 31, 2020

MEMPERTAHANKAN POLA HIDUP SEHAT SAAT PANDEMI


Pada masa pandemi ini saya kembali melanjutkan pola hidup sehat yang saya jalani dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut saya lakukan karena masa karantina ini membuat saya lebih impulsif dalam berbelanja makanan. Sifat impulsif ini mendorong saya berbelanja banyak makanan dalam satu waktu dengan alasan ‘selagi beli stok makanan’ dan beberapa kalimat pendukung kegiatan impulsif yang saya lakukan. 

Sebenarnya masa pandemi ini tidak terlalu mempengaruhi aktivitas saya karena sebelum pandemi pun aktivitas saya memang di rumah. Namun bedanya ada pada pola belanja kebutuhan pokok atau makanan. Jika sebelumnya saya ke pasar untuk menyetok bahan makanan selama satu minggu saja sekarang saya menyetok bahan makanan lebih banyak dari biasanya agar tidak sering-sering pergi ke pasar untuk hal yang tidak terlalu dibutuhkan. 

Selain rajin menyetok makanan saya juga jadi rajin membuat makanan manis seperti roti dan brownies. Hal tersebut membuat saya khawatir dengan perubahan badan yang saya alami. Oleh sebab itu saya melakukan banyak hal agar dapat mengendalikan penambahan berat badan saat banyak makanan di rumah. Saya mengurangi makanan dengan berpatokan pada kalori yang masuk ke dalam tubuh. Saya menggunakan timbangan sebagai alat ukur untuk mengukur seberapa banyak makanan yang masuk ke tubuh saya. Eh tahu tentang hal ini darimana sih? Beberapa hari yang lalu menemukan artikel menarik di sfidn.com tentang menghitung kalori di tubuh dengan menggunakan kalkulator BMR

SFIDN? Apakah itu? SFIDN merupakan supplier suplemen dan aksesoris fitness terpercaya selama 12 tahun semenjak tahun 2008. Istimewanya mereka memiliki beberapa keunggulan seperti harga yang lebih murah dari harga pesaing, jaminan keaslian produk karena benar-benar diimpor dari negara pembuat yang disertai sticker resmi, adanya fasilitas customer service selama 24 jam sehingga tidak perlu kesusahan ketika ada permasalahan, memiliki produk fitness terlengkap di Indonesia, menerima pengiriman ke seluruh tempat di Indonesia dan yang terakhir menerima reseller terkait penjualan.

Pada artikel tersebut disebutkan bahwa kebutuhan kalori pria dewasa sekitar 2500 kcal dan wanita dewasa sekitar 2000 kcal. Angka tersebut merupakan angka normal, semisal kalian seperti saya melakukan kontrol pada kalori yang masuk maka saya harus mengurangi kebutuhan kalori normal saya agar dapat menurunkan berat badan saya. Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa penghitungan kalori ini menggunakan kalkulator BMR yang merupakan perhitungan kalori yang dibutuhkan dalam kondisi diam. Rumus BMR sendiri seperti ini

BMR (kkal/hari) = 10 x berat badan (kg) + 6,25 x tinggi badan (cm) - 5 x usia (tahun) + s

*s = +5 (untuk pria) dan -161 (untuk wanita)

Menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh cukup gampang bukan. Saya sendiri biasanya membatasi memakan nasi jika saya akan memakan makanan yang lebih mengandung banyak kalori seperti roti atau brownies. Selain mengatur pola makan saya juga olahraga ringan setiap hari. Saya memilih olahraga ringan dalam ruangan atau indoor dengan intensitas sedang selama 30 menit setiap hari. Mengubah pola hidup sehat ini butuh komitmen dan konsisten. 

Pada minggu pertama akan sangat berat dalam adaptasi namun ketika sudah memasuki minggu berikutnya tubuh sudah melakukan penyesuaian. Sesungguhnya motivasi saya mengubah pola hidup bukan semata-mata untuk kurus atau supaya turun berat badan namun agar sehat saja, alasan kesehatan lebih tepatnya. Apalagi pada pandemi ini kita harus meningkatkan kualitas kesehatan lebih dari sebelumnya atau yang sudah dilakukan sebelumnya. Yuk bangkit dari rebahan!

1 comment:

  1. Rebahan bikin males ya mbak Ninda. Apalagi kalau sambil scroll timeline medsos. Pelan-pelan, saya coba kurangi pegang hp dan mulai yoga. Ternyata asik juga, bisa sambil ulik-ulik makanan yang tepat setelah yoga

    ReplyDelete

Previous Page Next Page Home