Tuesday, July 2, 2019

RESIKO DISFUNGSI EREKSI PADA PRIA DIABETES

Penyakit diabetes bisa masalah kesehatan lainnya. Bagaimana dengan kesehatan seksual seperti disfungsi ereksi pada pria?

Diabetes merupakan salah satu penyakit metabolik berbahaya yang dapat berakibat kematian. Penyakit ini terjadi karena kadar gula darah yang terlalu tinggi dalam waktu yang berkelanjutan.

Persoalannya, diabetes tak hanya sekedar urusan gula darah yang terlalu tinggi saja. Penderita diabetes juga memiliki risiko yang tinggi terhadap komplikasi kesehatan lainnya. Mulai dari tekanan darah tinggi hingga ke urusan kesehatan seksual.

Diabetes dan Disfungsi Ereksi

Salah satu masalah kesehatan seksual yang paling sering dikhawatirkan –khususnya pada pria– adalah risiko disfungsi ereksi. Ini adalah momok bagi banyak pria, ketika mereka tidak mampu mempertahankan penis untuk ereksi.

“Pria dengan diabetes cenderung lebih berisiko mengalaminya 10 hingga 15 tahun lebih awal dibandingkan dengan pria tanpa diabetes,” kata dr. Muhammad Anwar Irzan dari KlikDokter.

Bagaimana diabetes bisa berhubungan dengan disfungsi ereksi? Hal ini bisa terjadi akibat adanya gangguan yang terjadi pada saraf, pembuluh darah, dan fungsi-fungsi otot.

Diabetes memang dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol ereksi. Jadi, meskipun memiliki kadar hormon seks yang normal dan keinginan untuk melakukan hubungan seksual, kemampuan ereksi tidak dapat optimal.

“Padahal untuk bisa ereksi, pembuluh darah yang sehat, hormon, saraf, dan keinginan untuk dirangsang secara seksual,” lanjut dr. Anwar.

Kiat Mengatasinya
Risiko disfungsi ereksi pada pria dengan diabetes memang sulit dihindari. Tapi, hal ini bisa diatasi dengan terapi intracavernous injection –bila mereka ingin mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.

Selain dengan terapi tersebut, pria dengan diabetes juga bisa menggunakan obat-obatan oral untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Misalnya obat oral seperti sildenafil (revatio, Viagra), tadafil (Cialis), avanafil (stendra), atau vardenafil (Levitra).

Tapi, sebaiknya konsumsi obat-obatan tersebut dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, penderita diabetes umumnya memiliki masalah dengan kesehatan jantungnya. Penggunaan obat-obatan yang salah bisa membahayakan jantung.

No comments:

Post a Comment

Next Page Home